Intro: Beberapa jam yang lalu saya adalah bagian dari mereka yang menanti detik˛ eksekusi Kasus Poso (Tibo Cs) di Lapas (Lembaga Permasyarakatan) Palu. Menarik untuk menghunting moment langka ini karena kasus ini menjadi isue nasional dan internasional. Hampir semua kuli tinta dan kali gambar berkumpul di sana, dan akhirnya saya pun bagian dari mereka yang ikut berburu.
Catatan tangan: Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutanto, di Kantor Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara menyampaikan bahwa eksekusi atas tiga terpidana mati Poso Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu ditunda. Penundaan itu dijadwalkan hingga tiga hari pasca peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.
Catatan perut: Kematian bukan lagi di tangan Tuhan dan menjadi rahasia Tuhan. Kematian bisa di maju mundurkan semau empunya kuasa. Sungguh malang nasib Tibo CS ini, selepas bebas dari maut yang menghimpit malam ini... eeeehhh, tiga hari pasca 17an nanti... di kabarkan mailaikat maut akan kembali bertamu dihadapan mereka.
Bagaimanapun peradilan manusia tidaklah seadil peradilan Tuhan. Jadi kembalikan kematian itu pada yang di Atas Saatnya Hukuman mati di Indonesia di HAPUSKAN !!!!!
Catatan kaki: berikut dokumen pribadi saya (video amatir) semalam 12 agustus 2006 Pukul 00.17 Wita di Lapas Palu, klik disini untuk menyaksikan video tsb atau copy paste url ini:
gading August 14, 2006 11:29 PM PDT Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim itu kenyataan,
Hukum di indonesia bukan merupakan hukum Islam malahan kebanyakan diambil dari jaman hindia belanda itu juga kenyataan.
Ini masalah hukum bukan masalah agama, jangan membawa pada arah yang salah karena hanya akan membawa pada ketegangan yang tiada ahir.
Tibo di hukum juga amrozi dan siapa pun yang beeragama apapun,
kalau hukum kita tidak adil itu juga merupakan kenyataan kelemahan hukum kita.
Pendukung tibo harus mengarahkannya kesana PERBAIKAN HUKUM, jangan ragu ragu dalam keadilan apalagi takut. Katanya negara kita negara hukum entah slogan atau kenyataan kita harus hidup di dalamnya.
indra August 14, 2006 10:08 PM PDT Tabe,
Kalau bisa ditambah amrozi dkk. karena sama-sama kena hukuman mati yang berbeda hanya Tersenyum-senyum menirima hukuman mati sedangkan tibo dkk ...... (terserah pengamatan anda saja)
antho povia August 13, 2006 04:20 AM PDT ente ini wartawan atau PNS ?? atau dosen?? semua dilahap ahahahahahah, baku sedu le jang ambe di hati.
::From the Host
Hello, I'm Affan
and welcome to my blog :
"http://blog.affan.web.id
You're visiting my playground where I stores everything that related with me and also the journal of my life from time to time.
Just continue explore this site as you like and feel free for using every interactive stuff that was provided here!
Thank you and have a good day... :)
::Just Touch
There's no fear and nothing to hide . Any questions, chats, spams, flirts, business opportunities, project/job offers and maybe threats or terrors are always welcome! :)
mobile phone:
+62.811.452.764
studio phone & facsimile:
+62.451.482.764
postal address:
Jln. Banteng Kav. Bangdes No. 33A
Palu 94114
INDONESIA
"Pemilik Blog ini"
AdalahOrang yang baru berjabat tangan dengan dunia modem dan kemudian
terjerumus ke lembah blog. Hari ini saya bisa mengisi blog ini, besok
mungkin tidak, karena saya bukan budak internet. Tentang isi blog ini
tidaklah murni tulisan saya, ada banyak comotan dari sana sini, iya itu
sepengetahuan empunya juga tanpa permisi dulu.