Keuntungan yang nampak jelas dari metode ini adalah: Desainer dan klien keduanya tahu berapa banyak duit yang akan berpindah tangan di depan.
Kekurangannya lebih dalam lagi, terutama untuk desainer, Pertama: untuk klien yang tidak tahu, Desainer telah meminta mereka untuk mengambil keputusan tentang sesuatu yang mereka belum siap: paket mana yang harus dipilih?. Pasti, kebanyakan dari desainer2 ini akan dengan senang hati mendampingi klien dalam memilih paket yang paling pantas untuk mereka, tapi dalam melakukannya mereka juga dengan permanen telah membatasi cakupan proyek tersebut.
Jika klien sebenarnya punya kebutuhan asli akan sebuah shopping cart atau database yang bisa di-search, akan menjadi lebih sulit lagi untuk meyakinkan mereka untuk memutuskannya. "Oh .. tapi BERAPA harganya yang ITU?" dan "Koq nggak ada di daftar harga kamu?" akan menjadi pertanyaan yang mengikuti perkenalan dari ide-ide ini.
Skenario yang bisa lebih buruk lagi adalah untuk desainer yang karya ter-paket mereka diambil oleh klien yang benar-benar bisa dan (agak licik). Tidaklah sulit untuk mengubah kata "halaman" atau "grafik custom" ke dalam sesuatu yang tidak dimaksudkan si desainer.
Dan jika si desainer terkejut dengan jumlah kerja yang harus dilakukan dan mencoba untuk menyesuaikan, Klaim "dunia periklanan palsu" yang indah dilemparkan kesana sini sampai dia mengakuinya. Itulah kenapa banyak desainer yang memasang tarif per-jam.
HARGA PER-JAM
MENGIKUTI JEJAK kebanyakan penyedia jasa layanan profesional, desainer yang memasang harga perjam menghilangkan resiko yang digambarkan sebelumnya –
- kehilangan bisnis potensial atau dikacaukan dalam banyak waktu dan usaha untuk biaya yang minimal (atau tidak ada sama sekali).
Biaya ditentukan untuk berbagai jenis pekerjaan dan tidak ada batasan yang ditetapkan tentang jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan. Ini memungkinkan fleksibilitas yang baik dan klien tidak berkesempatan untuk menyalah gunakan kondisi yang lebih baik dari si desainer. Klien mendapatkan tepat apa yang dia bayarkan!!
... Anggap saja (kemampuan web desain) anda memang sudah sempurna. Anda akan tertegun untuk menemukan seorang klien yang mau membayar untuk ketidak efesienan anda pada saat anda mengerjakan desain yang berubah, berpindah-pindah diantara versi frame dan versi tabel atau diantara warna hijau dan warna biru. Dimana anda menarik garis di antara experimentasi dan penulisan kode yang halal?
JIKA ANDA BERTANYA PADA SEORANG PENGACARA atau seorang akuntan berapa biaya mereka, mereka akan bilang pada anda langsung di depan. Jika anda meminta mereka untuk memberikan harga pas untuk sebuah proyek tertentu, mereka akan tertawa dan menyuruh anda menjadi saksi .. kemudian menyalakan sebuah cerutu Kuba dengan selembar uang 100 ribuan.
Kenapa? Karena mereka bisa. Mereka dianggap sebagai memiliki keahlian tertentu yang nilainya terhitung perjam. Bagaimanapun, dari pengalaman saya, Web designer dianggap sebagai seorang geek-tekno yang berubah menjadi seorang salesman yang menawarkan produk.
Walaupun klien yang mewakili perusahaan Global 1000 mengharapkan harga pas. Tentu, setiap klien berbeda. Beberapa mengerti tarif per jam dan tidak punya masalah dengannya. Tetapi, kebanyakan, mereka mencari sejumlah bilangan yang mereka harus berpisah dari mereka ketika proyek selesai.
Seharusnya ada jalan untuk mengkombinasikan kedua dasar pemikiran ini untuk mendapatkan jalan yang pantas buat Web desainer untuk memasang tarif untuk jasa layanan mereka yang dapat diterima klien.
KEAJAIBAN DARI MEMPERKIRAKAN
Kira-kira begini rumusnya:
Biaya/Jam X Jumlah Jam yang dihabiskan
= Total Biaya Proyek
Anda dan Klien, keduanya mungkin setuju pada perkiraan dasar ini. Tetapi, idealnya, anda ingin memberikan klien total keseluruhan biaya nanti setelah pekerjaannya selesai. Dan mereka ingin mendapatkan total biayanya sebelum anda mulai bekerja. Tebak apa coba? Merekalah yang menang. Mereka selalu menang. Solusinya, Perkirakan seawal mungkin.
PERTAMA, TENTUKAN HARGANYA
Untuk beberapa rata-rata dalam Industri ini, Saya akan mengarahkan anda pada Index harga Web advertising (lihatlah pada penelitian bulan Mei 1999 untuk rata-rata biaya). Netb2b.com adalah salah satu resources terbaik yang saya telah temui untuk bidang studi bisnis Web.
Beberapa tugas lebih sulit daripada tugas-tugas yang lain. Jangan takut untuk memasang harga lebih tinggi untuk CGI daripada untuk HTML misalnya. Juga, ingatlah bahwa konsultasi adalah sebuah fungsi dari pekerjaan anda dan juga harus ditarik biaya. Jangan jadi gila dengan membebani biaya untuk setiap panggilan telpon (baca: seperti pengacara) tetapi jika seorang klien rewel mengambil cukup banyak waktu dari hari kerja anda untuk mendiskusikan sebuah proyek, hal itu perlu dicatat dan ditagihkan biayanya (saya akan menjelaskan lagi ide-ide ini di artikel selanjutnya tentang akuntansi Web Desain.)
Selanjutnya, anda perlu untuk mengantisipasi seberapa lama waktu yang akan anda habiskan untuk sebuah proyek. Untuk mengetahuinya, anda perlu tahu dulu apa yang diinginkan klien. Mereka mungkin tidak tahu apa yang mereka inginkan. Dalam kasus itu, anda perlu tahu apa yang klien butuhkan. Ini akan langsung mempengaruhi seberapa lama waktu yang akan anda habiskan.
Anda tidak dapat mempunyai terlalu banyak informasi! Tanyakan pertanyaan tentang jangkauan, tujuan jangka panjang, pekerjaan sebelumnya, sistem yang telah ada, dan branding sebagai tambahan untuk pertanyaan standar tentang logo yang ‘menyala atau berputar-putar.’ Anda akan kaget bagaimana hal kecil seperti ‘Oh, apa saya sudah bilang kalau kami akan perlu menjalankan semua ini di server NT internal kami yang belum ada sekarang?’, akan mengambil banyak waktu.
Juga sisihkan beberapa waktu untuk perubahan permintaan yang masuk akal. Gunakan penilaian terbaik anda untuk menentukan apa yang ‘masuk akal’ dan tambahkan itu ke dalam daftar. Ubahlah permintaan yang benar-benar menunda waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut, sehingga permintaan itu akan ditangani terpisah.
JUMLAH SEMUANYA ADALAH ..
Setelah anda punya semua informasi itu, periksa lagi lewat rumus perkalian di atas. Hasilnya adalah biaya keseluruhan proyek anda. Idealnya inilah jumlah yang akan anda dapatkan.
Kenyataanya, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita perkirakan untuk sebuah proyek. Faktor yang unik untuk setiap desainer akan mempengaruhi berapa banyak yang benar-benar akan mereka kantongi (‘penyembuhan’ atau ‘realisasi’.) Beberapa faktor termasuk kompetisi lokal, permintaan pasar, jadwal waktu klien, dan kemungkinan untuk proyek tambahan/lanjutan.
Berdasarkan kondisi seperti ini, anda seharusnya mengingat, persentasi waktu anda yang anda relakan untuk dihabiskan demi menjaga sebuah ‘hubungan baik.’ Kurangkan jumlah waktu itu dari total waktu anda, dan sudah anda dapatkan sekarang! Pendapatan bersih anda.. jumlah yang bisa anda harapkan untuk dikantongi.
Situasinya akan bermacam-macam untuk setiap klien, tetapi pedoman ini paling tidak akan memberikan titik awal dalam menentukan berapa yang akan anda minta untuk jasa layanan anda ini. Fair, Jujur, dan Profesional-lah.
Catatan Pinggir
MENGETAHUI ANGGARAN KLIEN
Terlepas dari pengalaman sebelumnya, Saya biasanya masih menanyakan pertanyaan ini bahkan sebelum saya melewati langkah-langkah di artikel sebelumnya: "Seberapa Besar Anggaran anda untuk Proyek ini?"
Biasanya, saya sekalian juga menanyakan nomor PIN ATM mereka dan siapa yang mereka jagokan untuk kejuaraan nasional melempar kereta dorong. Dan jawabannya sama.. : kesunyi senyapan.
Tentu saja, kita tahu kenapa. Klien berpikir kalo mereka memberitahukan pada kita berapa yang mereka mau habiskan, kita akan dengan ajaib membesarkan anggaran mereka setiap saat, walaupun sebenarnya, situs itu hanya perlu sedikit sumber daya.
Sayang sekali.. padahal hal itu akan menghemat lumayan waktu untuk semua pihak jika kita tahu berapa angka yang kita cari sebelumnya. Desainer berpengalaman akan dapat mengatakan, hanya berdasarkan deskripsi singkat klien tentang sebuah proyek dan anggaran mereka, apakah klien itu realistis atau tidak. Desainer yang ‘terhormat’ akan bilang kepada klien kalau tidak perlu sebesar itu untuk jenis situs yang sedang mereka diskusikan.
Lebih dari semua hal tadi, hal itu akan memaksa klien untuk langsung melihat anda sebagai seorang profesional. Jika anda tidak membuat cara pandang ini sejak awal, anda akan beresiko bekerja jualan ‘kacang-goreng.’
Catatan Pinggir
JUALAN KACANG GORENG
Ada saatnya ketika, setelah menentukan:
- tingkatan dari sebuah proyek
- berapa lama proyek akan berlangsung
- membuat anggaran, dan
- berbagi angka anda dengan klien (yang belum menunjukkan angkanya sebelumnya,)
mereka akan kembali dengan sesuatu seperti ini: "APA?!? Karyawan saya punya anak yang dapat melakukan ini untuk lima bungkus permen karet dan sebungkus Menthos!"
Kita semua telah sering mendengar komentar serupa dari waktu ke waktu. Solusi saya adalah untuk menekankan kembali apa yang kita coba lakukan untuk mereka dan dengan singkat mengambarkan kerangka proses kita. Jika mereka kemudian kembali dengan.."Dia juga akan melakukan itu"
Kita hanya bisa berharap yang baik untuk mereka dan bilang kalau kita akan tetap ‘tersedia’ di sini jika mereka memang perlu kita.
Biasanya, klien akan kembali dalam satu, dua bulan ke depan karena tidak puas dengan pekerjaan yang dilakukan dan meminta kami untuk memulai proyek itu lagi.
"Jangan berkompetisi dengan ‘anak dengan Frontpage.’’ Saya bayangkan kebanyakan dari kita memulai bidang ini sebagai hobby, seperti yang dilakukan orang-orang ini. Anda tidak perlu khawatir. Penemuan Polaroid tidak membuat Olan Mills gulung tikar. Spielberg, Lucas, dan Cameron sepertinya baik-baik saja walaupun Handycam telah berhamburan dari rak mereka. Pasar untuk profesional yang punya skill akan selalu ada
Sumber: © 2000 Scott Kramer dan Alist Apart,
diterjemahkan dengan ijin AlistApart, belum seijin Scott Kramer,
oleh toekangweb.or.id, semua hak cipta adalah milik pemilik sebenarnya.